Wali Kota Tanjungbalai H.M Syahrial SH,MH didampingi Wakil Wali Kota Drs.H Ismail dan sejumlah komponen masyarakat di Kota tanjungbalai menggelar Deklarasi Damai bertempat di Gedung Olah Raga (GOR) Wira Satya Polres Tanjugbalai (Senin, 3/9/2018).

Deklarasi damai yang diprakarsai Polres Tanjugbalai dan didukung Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai tersebut dalam rangka menyikapi pasca viralnya Putusan Pengadilan Negeri Medan kepada Meiliana dan sekaligus menyongsong Pesta Demokrasi Pemilu 2019 yang akan datang.

Deklarasi Damai dihadiri Forkopimda Kota Tanjungbalai, Kapolres AKBP Irfan Rifai; Wakil Ketua DPRD Leiden Butar Butar, Dandim 0208/AS Letkol (ARM) Suhono, Danlanal TBA Letkol Laut (P) Ropitno MTR (Hanla), Ketua PN Tanjungbalai Vera Yetty Magdalena SH,MH, Kejari Tanjungbalai Zullikar Tanjung SH,MH, Ketua PA Abdul Rauf, FKUB, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda, Jajaran Instansi Vertikal, Parpol, Pelajar dan lainnya.

Acara yang diawali dengan sambutan dari Perwakilan Tokoh Agama Se Kota Tanjungbalai.
Tokoh umat Islam Tanjungbalai, Buya Gustami, mengatakan, persoalan Meilina adalah putusan hukum murni dan tentunya umat Islam mengajak seluruh masyarakat dan Stake Holder Kota Tanjungbalai untuk bersama-sama menjaga kedamaian dan menjalin persatuan dan kesatuan demi kerukunan bersama.

Tokoh agama Buddha, Hakim Tjoa Kien Lie mengapresiasi Kapolres dan Wali Kota dalam kegiatan tersebut. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat bersatu dan semakin harmonis.

Hal senada juga disampaikan tokoh agama Kristen Protestan, Pdt. Ramli Gultom, tokoh Agama Hindu Vijay Kumar, Tokoh Khong Hu Chu Jolly dan tokoh Agama Katolik Romo Tarsius Son. Semuanya sepakat mendukung kedamaian dan kerukunan di Tanjungbalai.

Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama Tanjungbalai, H Haidir mendukung deklarasi damai Tanjungbalai dan diharapkan tidak muncul lagi provokasi dari luar yang tidak mengerti kondisi Tanjungbalai. Kami dari FKUB akan tetap menjadi yang terdepan dalam menjaga Keharmonisan, keamanan dan kedamaian di Tanjungbalai.

Kapolres Irfan Rifai mengajak seluruh Elemen Masyarakat duduk sama rendah berdiri sama tinggi. “Saya sudah menyampaikan kepada Staf Kepresidenan yang berkunjung ke Tanjungbalai beberapa saat yang lalu bahwa situasi Tanjungbalai tetap aman dan kondusif. Diharapkan deklarasi ini bukan hanya slogan, tetapi dapat dihayati untuk jangka pendek maupun jangka panjang,” ujarnya.

Saya berharap dengan keinginan dan inisiatif kita bersama seluruh Pimpinan Daerah, Organisasi Keagamaan dan Elemen Masyarakat bersama-sama menjaga dan menyelesaikan isu-isu miring yang ada di Tanjungbalai, tambah Kapolres Lagi.

Sementara itu, Wali Kota Tanjungbalai mengajak seluruh masyarakat menghidupkan kembali semangat toleransi membangun peradaban baru bermartabat. “Mudah-mudahan dengan deklarasi ini dapat dijiwai dan diaktualisasi dalam kehidupan sehari-hari,” imbaunya.

“Mari kita bangun dan kokohkan Tanjungbalai menjadi sebuah rumah besar bersama bagi seluruh warga, tanpa membeda-bedakan Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan tanpa terkecuali,” Sebut Wali Kota.

Acara diakhiri dengan Pembacaan Deklarasi bersama oleh Wali Kota bersama seluruh Forkopimda dan Tokoh Agama yang diikuti seluruh undangan yang hadir serta Penandatanganan Deklarasi Damai Bersama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here