Demi meningkatkan kreatifitas warga binaan, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Tanjungbalai dibawah Pimpinan Ny.Hj Sri Silvisa Novita Muhammad Syahrial meninjau kembali warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pulau Simardan yang sebelumnya beberapa waktu yang lalu telah mendapat pelatihan membatik dari para Pengrajin Batik dibawah bimbingan Dekranasda Tanjungbalai. Dalam kunjungannya kali ini, Ketua Dekranasda Tanjungbalai Hj.Sri Silvisa Novita didampingi Kabid Perindustrian, Irmalinda Siahaan diterima langsung oleh Kepala Lapas Pulau Simardan Jayanta, A. Md, IP, SH diruang kerjanya sebelum melihat para warga binaan.

Ketua Dekranasda Tanjungbalai Hj.Sri Silvisa Novita mengapresiasi dan senang dengan kemampuan dan ketrampilan para warga binaan yang walaupun dalam waktu yang singkat sudah mampu menghasilkan karya batik tulis yang baik. Ini merupakan awal yang baik, kedepan kita (Dekranasda) akan terus memberikan pembinaan dan bimbingan agar warga binaan yang memberikan keinginan dan perhatiannya ini dapat semakin mahir dan kelak dapat mengembangkannya usai keluar dari sini, ujar Hj. Sri Silvisa Novita

Saya siap membantu warga binaan yang saya dengar ada yang akan menjalani bebas dari tempat ini, saya mendukungnya ikut menjadi bagian dari Para Pengrajin Batik Kito, sebutnya.

Tujuan pelatihan ini kami lakukan untuk memberikan keterampilan bagi warga binaan, baik perempuan dan laki-laki untuk memiliki keterampilan dan mampu memiliki usaha saat kembali bersama keluarga.

Saya berharap, kegiatan ini dapat terus berkelanjutan dan benar-benar memberi manfaat bagi seluruh warga binaan. Dekranasda dan dinas terkait telah banyak melakukan pelatihan keterampilan bagi masyarakat yang memerlukan pekerjaan. Kedepannya warga binaan di Lapas Pulau Simardan ini dapat menjadi salah satu sasaran kegiatan yang kami lakukan. Kami berharap jika saat ini masih empat orang yang sudah mahir dalam membatik, kami yakin dalam waktu dekat akan bertambah jumlahnya, ujarnya.

“Saya pribadi sangat berbangga dan senang dapat memberi sesuatu yang bermanfaat bagi warga binaan. Harapan saya, warga binaan nantinya dapat dengan serius mengikuti pelatihan yang diberikan sehingga menghasilkan produk yang bernilai,”katanya.

Secara khusus, kami berharap agar nantinya kegiatan ini diikuti warga binaan perempuan. Hal ini guna memberikan keterampilan yang memadai dan tidak kalah dengan kaum laki-laki sehingga mereka dapat berdaya mandiri secara ekonomi tidak terbatas oleh jeruji besi di tahanan.

“Dengan bekal keterampilan yang didapat selama dalam rutan ini dapat menjadi modal dalam berwirausaha baik disini maupun setelah bebas atau kembali ke tengah masyarakat,” ujar Hj Sri Silvisa Novita.

Sebanyak 4 orang warga binaan saat ini telah mampu membuat batik tulis usai sebelumnya mendapat pengalaman pelatihan membatik dari Dekranasda Tanjungbalai. Kami akan upayakan agar warga binaan yang akan mengikuti kegiatan membatik bertambah, karena kami yakin apa yang diprogramkan oleh Dekranasda Tanjungbalai adalah program peningkatan ekonomi dan kemandirian masyarakat, sebut Kalapas Jayanta

Secara pribadi saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Dekranasda Tanjungbalai dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Perlindungan Tanjungbalai yang telah memberikan ilmu kepada warga binaan di Lapas Pulau Simardan ini.

“Dengan adanya pelatihan ini bisa untuk memberikan ilmu dan bekal bagi warga binaan perempuan kedepannya dalam bidang keahlian membatik dapat dipraktekkan usai menjalani masa tahanan,” katanya.

“Pelatihan keterampilan ini merupakan yang pertama kali dilakukan oleh oleh TP. PKK dan Dekranasda Kota Tanjungbalai kepada warga binaan. Semoga hal seperti ini dapat terus terlaksana dan berkelanjutan,” harapnya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here