Prestasi ini diperoleh usai pengumuman yang dilaksanakan oleh dewan juri yang terdiri dari Yan Amarni, Wan Hidayati, dan Safrin Oktora pada pelaksanaan lomba Pementasan Media Tradisional Pertunjukan Rakyat Tingkat Provinsi Sumatera Utara (Metra-Pertunra) Provsu 2019 yang diselenggarakan di Gelanggang Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) Rabu (02/10/2019) malam

Lomba Metra-Pertunra 2019 yang digelar Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), merupakan media tatap muka langsung dan media yang efektif serta masih dinikmati masyarakat dalam penyampaian informasi. kegiatan ini dianggap perlu diselenggarakan sebagai kompetisi meningkatkan kompetensi kelompok media tradisional pertunjukan rakyat. Lomba tahun ini mengangkat tema ” Peran Media Tradisional Pertunjukan Rakyat Sebagai Saluran Komunikasi Tatap Muka Di Era Industri 4.O ”.

Peserta lomba ini diikuti 15 kelompok Media Tradisional Kabupaten/Kota se- Sumatera Utara. Kabupaten Karo tampil sebagai urutan pertama dan Kota Tanjungbalai sebagai urutan ke-07 serta Kabupaten Batubara tampil sebagai peserta Ke-17 atau terakhir.

Tim Kota Tanjungbalai sendiri pada lomba Metra-Pertunra kali ini mengangkat cerita tentang “Tragedi Cinta Tualang dan Raso” yang menjadi asal muasal Kecamatan Sei Tualang Raso yang sampai saat ini cerita kisah Cinta Tualang dan Raso ini masih dipercayai oleh masyarakat Kota Tanjungbalai.

Tampil dengan diiringi alat musik Bangsi dan Rebana serta kesesuaian materi dan tema yang diperankan oleh tim Kota Tanjungbalai berhasil memukau para dewan juri dan penonton yang menyaksikan pertunjukan tersebut. Dengan hasil yang diperoleh ini, Tim Kota Tanjungbalai berhasil menjadi Juara I dan berhak menjadi duta Sumut untuk perlombaan tingkat nasional yang akan dilaksanakan di Provinsi Bangka Belitung, Pangkal Pinang pada 23-25 Oktober mendatang pada kegiatan Sinergi Aksi Informasi dan Komunikasi Publik (SAIK).

Para pemenang Lomba Metra-Pertunra tahun ini yakni Juara I diraih Kota Tanjungbalai, juara II Kabupaten Humbang Hasundutan, Juara III Kabupaten Labuhan Batu Utara, Harapan I Kabupaten Deliserdang, Harapan II Kabupaten Serdang Bedagai dan Harapan III Kota Medan. Pada lomba tersebut juga diberikan penghargaan kepada Aktris dan Aktor terbaik. Para pemenang mendapatkan uang pembinaan, Trophy dan Piagam Penghargaan yang diserahkan oleh Plt. Kadis Kominfo Provsu H. M. Ayub SE

Sebelumnya, Gubernur Sumatera Utara memberikan apresiasi kepada Dinas Kominfo Provsu karena mampu menghidupkan kembali seni budaya yang telah lama hidup ditengah masyarakat yaitu dengan mengadakan lomba Metra-Petunra. Hal tersebut disampaikan Gubernur Sumatera Utara yang diwakili Staf Ahli Gubernur Sumatera Utara Bidang Ekonomi, Keuangan, Pembangunan, Aset, dan SDA H. Agus Tripriyono, SE, M.Si, Ak, CA saat membuka acara Metra-Petunra.

Edy Rahmayadi berharap dengan adanya perlombaan ini dapat memotivasi pelaku seni di daerah untuk menghidupkan dan memasyarakatkan kesenian tradisional ditengah masyarakat sekaligus menjaga kesenian tradisional Sumatera Utara tetap terkenal dimata dunia.

”Kepada dewan juri saya minta dalam melakukan penilaian agar lebih objektif karena pemenang dari lomba ini akan mewakili Provinsi Sumatera Utara dalam kegiatan Sinergi Aksi Informasi dan Komunikasi Publik (SAIK) pada tanggal 23-25 Oktober di Kepulauan Bangka Belitung Kota Pangkal Pinang”, tambah Edy Rahmayadi.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi fasilitator bagi Pemerintah untuk menyampaikan program-program terbaru dalam Pemerintahan kepada masyarakat demi terwujudnya visi Provinsi Sumatera Utara Maju, Aman dan Bermartabat.

Acara ini dihadiri Plt. Dinas Kominfo Provsu H.M Ayub, Kepala Dinas Kominfo Kota Tanjungbalai Walman Riadi P Girsang didampingi Pejabat Diskominfo Tanjungbalai, Kepala Dinas Kabupaten/Kota /Mewakilinya, Tokoh Seni dan Pimpinan Sanggar, Insan Pers serta Mahasiswa.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here