Peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun 2017 Kota Tanjungbalai dilaksanakan di Lapangan Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah (Senin, 22/5).

 

Walikota Tanjungbalai M.Syahrial SH, MH bertindak sebagai Pembina Upacara, Pemimpin Upacara Muhammad Ali, SE dan peserta upacara Seluruh Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemerintah Kota Tanjungbalai; TNI; POLRI; Kepala Lingkungan; Siswa/i Tkt SD; SMP; & SMA.

 

Hadir juga dalam upacara tersebut Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kapolres Tanjungbalai AKBP.Try Setyadi Artono S.I.K, SH, MH; Danlanal TBA Letkol Laut (P) Bagus Badari Amrullah; Mewakili Dandim 0208/AS; Wakil Walikota Drs.H.Ismail; dan Seketaris Daerah Drs. Abdi Nusa.

Walikota Tanjungbalai dalam sambutannya membacakan amanah Menteri Komunikasi dan Informatika. Menteri Rudiantara mengatakan Semangat Kebangkitan Nasional tidak pernah memudar namun semakin menunjukkan urgensinya bagi kehidupsn berbangsa, padahal semangat ini telah tercetus setidaknya 109 tahun yg lalu ditandai dengan berdirinya organisasi Boedi Oetomo namun masih tetap ampuh menyatukan dan menyemangati gerak kita sebagai bangsa.

Sebagaimana Tema yang pada peringatan HARKITNAS kali ini yakni “Pemerataan pembangunan Indonesia yang berkeadilan sebagai wujud kebangkitan nasional”, tema ini dipilih sesuai dengan program Nawacita pemerintahan Presiden Joko Widodo, pemerataan pembangunan antar wilayah yang diwujudkan dengan membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.

Pemerintah terus berupaya meningkatkan pemerataan pembangunan disegala sektor antara lain :

1. Sektor kelistrikan, telah dilakukan pembangun ketenaga listrikan di 2.500 desa yg belum mendapat aliran listrik.
2. Pembangunsn infrastruktur jalan raya, dengan di bangunnya jalan Trans Papua.
3. Dalam bidang Agraria, diluncurkannya Kebijakan Pemerataan Ekonomi (KPE);
4. Pemerataan di sektor Kominfo melalui program Palapa Ring berupa proyek pembangunan jaringan tulang punggung serat optik nasional untuk menghubungkan seluruh wilayah Indonesia sehingga keberadaan internet berkecepatan tinggi (broadband) dapat dinikmati secara luas.

Satu abad sejak organisasi Boedi Oetomo digagas telah memunculkan inovasi baru dalam landskap sosial budaya umat manusia “digitalisasi” adalah kata yg tepat untuk mewakilinya.

Dengan digitalisasi kita mungkin akan dihadapkan pada kejutan dan tata cara baru dalam berhimpun dan berkreasi, sebagian menguatkan, namun tak kalah juga mengancam ikatan-ikatan kita dalam berbangsa, satu hal yg pasti kita harus tetap berpihak untuk mendahulukan kepentingan bangsa.
Untuk itu maka kita tidak boleh meninggalkan orientasi untuk terus mewujudkan pemerataan pembangunan yg berkeadilan sosial, ujar M.Syahrial Mengakhiri Amanahnya.

Acara dilanjutkan dengan ziarah ke Taman Makam Pahlawan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here